October 22, 2021

Bandar Judi Online Terpercaya

Teraman & Terbaik Di Indonesia

Jaga Protokol Kesehatan, Pemprov DKI Salurkan Bansos ke Rumah Warga

Jaga Protokol Kesehatan, Pemprov DKI Salurkan Bansos ke Rumah Warga

Pengurangan titik zone merah di DKI Jakarta bukan bermakna kode untuk mengurangi prosedur kesehatan. Hal tersebut malah jadi penyebab selalu untuk mengaplikasikan prosedur kesehatan. Berikut yang jadi perhatian Pemrov DKI Jakarta dalam pembagian bansos pada tingkat RT/RW. Untuk menahan keramaian, beberapa yang menerima faedah tidak boleh ambil kontribusi ke posisi pembagian yang berada di semasing RW. Mereka yang sudah tercatat selaku yang menerima faedah cukup menanti di dalam rumah. Pengurus RT akan memberikan kontribusi secara door to door. “Paket bantuan sosial ini diberi minimum 2x dalam satu bulan atau sesuaikan dengan keadaan serta kondisi penerapan PSBB oleh Pemprov DKI Jakarta,” terang Kepala Dinas Sosial Propinsi DKI Jakarta, Irmansyah, pada Kamis, (5/11/2020).

Sekarang ini, pendistribusian bantuan sosial masuk step 9, mencapai 1.160.409 Kepala Keluarga di DKI Jakarta. Jumlah yang menerima bantuan sosial itu, menurut Irmansyah, tetap akan dipelajari dengan menimbang keadaan masyarakat yang menerima. Hal itu turut diaplikasikan oleh Darwin, Ketua RT 09, Kelurahan Tebet Barat, untuk jaga wilayahnya yang pernah jadi zone merah. “Jika di sini faksi RT serahin kontribusi dengan bertandang ke masyarakat yang memerlukan. Itu wajib serta kita menjaga, ingat wilayah sini sempat masuk zone merah. Jadi menahan keramaian serta aplikasikan prosedur kesehatan tidak dapat ditawar kembali,” kata Darwin.

Kecuali memperoleh bantuan sosial dari Pemprov DKI Jakarta, masyarakat di ibukota memperoleh kontribusi dari Kementerian Sosial. Untuk bantuan sosial dari Pemerintahan Pusat, Irmansyah mengutarakan, faksinya memberi pengiringan distribusi, hingga pas target.

“Pemprov DKI Jakarta memberi suport ke Kemensos RI dalam pembagian bantuan sosial, dengan memberi data masyarakat Jakarta yang terimbas COVID-19. Kami memberi pengiringan dalam pembagian kontribusi sampai ke yang menerima faedah,” sambungnya.

Elemen kontribusi sering berlainan dalam setiap tingkatan distribusi. Hal tersebut berdasar analisis Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan serta Pertanian Propinsi DKI Jakarta. Elemen kontribusi itu disamakan dengan keperluan warga sepanjang wabah Covid-19. “Elemen bahan dasar yang diberi itu, kami lakukan rekonsilasi. Saat ini lebih komplet, di step 9 ini ada 10 elemen kontribusi yang diberi,” terang Kepala Dinas Sosial Propinsi DKI Jakarta, Irmansyah, pada Kamis, (5/11/2020).

Tentang hal perincian elemen bantuan sosial sembako step 9,- Beras 10 Kg – Minyak goreng ukuran 900 ml (2 buah)- Kecap manis (1 buah)- Sarden (2 kaleng)- Mie Instant (4 buah)- Tepung terigu ukuran 1 Kg (1 biji) – Gulai ayam (1 kaleng)- Opor Ayam(1 kaleng)- Biskuit (1 kaleng)

Semenjak Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) berlaku pada 10 April 2020 lalu, Pemprov DKI Jakarta memberi ganti rugi berbentuk bantuan sosial yang mengarah masyarakat kelompok miskin serta rawan miskin selaku kelompok yang paling terimbas.

Masyarakat yang terimbas wabah seperti Ani di RT 09, Kelurahan Tebet Barat, merasakan. Janda berumur 58 tahun ini hidup dengan ke-2 anaknya.

“Alhamdulilah sekali peroleh bantuan seperti gini dari pemerintahan. Mudah-mudahan saya lagi peroleh bantuan ini, apa lagi di keadaan yang seperti gini,” tutur Ani. Pemprov DKI Jakarta tetap akan mengatur proses distribusi, supaya yang menerima faedah benar-benar makin pas target.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku, pendistribusian bansos (bantuan sosial) untuk masyarakat terimbas wabah virus Corona (Covid-19) banyak masalah serta permasalahan. Menurutnya, hal tersebut karena mekanisme pendistribuan bantuan sosial begitu berbelit.

error: Content is protected !!