March 6, 2021

Bandar Judi Online Terpercaya

Teraman & Terbaik Di Indonesia

Jokowi Pernah Alami Susahnya Urus Sertifikat Tanah

Jokowi Pernah Alami Susahnya Urus Sertifikat Tanah

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, ia dengar banyak keluh kesah berkenaan mengatur sertifikat tanah. “Kenapa saya sampai turun bagikan sertifikat ke bapak ibu sekaligus? Saya ingin narasi, banyak perselisihan tanah, perselisihan tanah. Mengapa ini tidak diurusi? Sertifikat ini tidak diurusi? Yang masuk di saya, ke telinga saya, ngomong, mengurus sertifikat itu sulitnya meminta ampun,” kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (9/11/2020).

Jokowi akui, pernah berasa kesusahan waktu mengatur sendiri sertifikat tanah. “Saya pernah merasakan sendiri, tidak perlu diceritain juga saya sudah mengetahui (sulitnya),” keras ia. Ia juga akui memeras otak, bagaimana triknya supaya Menteri BPN waktu mengatur sertifikat dapat cepat usai, dipermudahkan, serta tidaklah sampai sekian tahun. “Mengurus sertifikat sekian tahun,” keluh ia. Jokowi juga mengingati, sertifikat tanah ialah bukti hak yang jamin kejelasan hukum atas pemilikan tanah yang dipunyai. Sertifikat itu penting menahan munculnya perselisihan serta perselisihan pertanahan, baik antarindividu, pribadi dengan perusahaan, atau pribadi dengan pemerintahan.

“Untuk menghindar itu. Sebab sertifikat penting selaku bukti kejelasan hukum, saya pengin pesan, taruh baik yang bernama sertifikat ini. Janganlah sampai hancur atau raib,” pungkas Jokowi.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali lagi bagikan satu juta sertifikat tanah ke warga di 31 propinsi serta 201 kabupaten/kota. Ini dikerjakan dalam rencana bulan bakti agraria serta tata ruangan.

“Ini hari saya akan bagikan satu juta sertifikat tanah ke warga di 31 propinsi serta 201 kabupaten serta kota. Satu juta, ini hari satu juta,” kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (9/11/2020).

Jokowi mengaminkan, ini adalah pembagian sertifikat tanah dengan jumlah yang besar sekali. Karena menurutnya, saat sebelum ada program registrasi tanah struktural komplet (PTSL), negara cuman keluarkan 500 ribu sertifikat tanah se-Indonesia.

“Di semua Indonesia kita cuman mengeluarkan 500 ribu sertifikat. Jika kita kalkulasi, jika satu tahun cuman 500 ribu, untuk semua sertifikat dari tiap sektor yang dipunyai di semua tanah air, itu perlu waktu 160 tahun. Sertifikat baru jadi 160 tahun. Bapak ibu ingin? Menanti 160 tahun?,” kata Jokowi.

Jokowi menguraikan, sektor tanah di semua Indonesia yang perlu disertifikasi ada 126 juta. Mulai 2015, baru ada 46 juta sertifikat. Jokowi hitung, masih tidak cukup 80 juta.

“Jika satu tahun cuman 500 ribu, berarti nunggunya 160 tahun,” kata Jokowi.

Sebab pekerjaan ini tidak simpel, Jokowi mengucapkan terima kasih serta sampaikan animo ke semua barisan kementerian ATR/BPN serta semua kanwil, kantor pertanahan atas usaha keras mereka.

“Saya ketahui bapak ibu semuanya wajib berusaha keras pagi siang sore sampai pagi kembali untuk tuntaskan sasaran yang kita beri. Mari kita berusaha keras untuk cetak prestasi yang lebih bagus,” kata Jokowi.

Dengan sertifikat yang dibagi ini, Jokowi mengharap angka perselisihan agraria di indonesia dapat diminimalkan

error: Content is protected !!